Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Manajemen SDM’ Category

Poster-Bukik-1

Mungkin kita sebagai Karyawan sering merasakan ingin Keluar/ Resign dari kantor dan mencoba sesuatu hal yang baru misalnya melamar kerja di tempat yang baru atau Resign untuk menjadi Pengusaha. Semuanya perlu pemikiran yang matang dan diperhitungkan. Misalnya, tidak semua orang cocok dengan nasihat “ATM” (Amati, Tiru, Modifikasi) saat berbisnis. Mereka yang bermesin kecerdasan Intuiting akan lebih nyaman dan berkembang dengan ide dan gagasannya sendiri daripada melakukan ATM. Tidak semua orang juga cocok dengan nasihat, “Sudah resign saja kalau mau kaya, lebih baik jadi pengusaha saja.” Ketahuilah, tidak semua orang punya passion dan talenta menjadi pengusaha. Lagi pula, seperti kata mas Sandiaga Uno, “Bekerjalah dulu sebaik-baiknya dengan orang lain sebelum Anda menjadi pengusaha.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

brain_skeletons_earphones_desktop_1280x960_hd-wallpaper-1111493

Cara berpikir kita sudah pasti berbeda-beda satu sama lain. Ada yang bertipe seperti Jusuf Kalla yang cenderung spontan, luwes dan enterpreneural. Ada yang seperti Budiono yang cenderung konservatif, hati-hati dan penuh pertimbangan. Ada yang seperti Agus Martowardoyo yang berpikir strategis, terorganisir dan detil Atau ada yang seperti Andy Noya yang kreatif dan komunikatif.

Keempat tipe diatas itu disebut oleh Glazov sebagai brain color yang masing-masing berwarna kuning, biru, hijau dan oranye. Kita sebagai pemilik bisnis sebaiknya harus benar-benar mengenali warna otak dari staf atau karyawan-karyawan pendukung perusahaan kita karena masing-masing warna otak tersebut sangat menetukan sikap dan hasil dalam merespon setiap tugas dan tanggungjawab yang diberikan.

Otak Kuning

(lebih…)

Read Full Post »

images

Kondisi Dunia Usaha dengan segala persaingan nya sehingga membuat Perusahaan harus berpikir lebih keras agar mampu bertahan berlayar di tengah gelombang ketidak pastian. Salah satu kondisi berat tersebut dapat pisahkan menjadi 2 Faktor :

1. Faktor External

a. Kenaikan UMK Tahun 2013 di beberapa Kota disadari atau tidak juga berdampak terhadap meningkatnya beban perusahaan, Seperti UMK di Kota surabaya tahun 2012 sebesar Rp 1.257.000 menjadi Rp 1.740.000 dengan kenaikan mencapai 39%. Jika ada perusahaan yang membayar dibawah UMK maka bersiap-siap menghadapi gugatan pidana dari Dinas Tenaga Kerja. Tentu saja hal ini menjadi dilema, disisi lain Karyawan senang karena kenaikan Gaji, tetapi disisi perusahaan harus memutar otak untuk menekan biaya dan salah satunya adalah “Pengurangan Karyawan”.

(lebih…)

Read Full Post »

 

Mungkin rekan-rekan yang masih berstatus karyawan sudah sering mendengar SP atau Surat Peringatan, Surat sakti yang dikeluarkan oleh SDM apabila Karyawan melanggar Peraturan Perusahaan. SP dibatasi sampai 3 kali yang mengakibatkan kita dapat di DO oleh perusahaan tanpa pesangon. J Hal ini lah yang membuat SP dibenci sekaligus ditakuti.

 

Jika melihat http://www.portalhr.com/konsultasi/klinik-hr-strategis/hr-strategis/prosedur-pemberian-surat-peringatan/ Prosedur pemberian surat peringatan adalah :

Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003, Pasal 161 mengatur tentang Surat Peringatan 1 (SP1), SP2, dan SP3. SP1 biasanya diberikan bagi kasus pelanggaran ringan seperti pelanggaran atas kedisiplinan, keteledoran dan lain-lain. Kategori pelanggaran perlu diatur dalam aturan internal perusahaan, seperti Peraturan Perusahaan.

(lebih…)

Read Full Post »


“Keyakinan bahwa sukses menjadi penyebab kebahagiaan (happiness) salah. Penelitian terkini dalam Psikologi Positif membuktikan yang benar adalah sebaliknya: kebahagiaanlah yang menyebabkan kesuksesan. Demikian ditandaskan oleh Shawn Achor dalam bukunya, The Happiness Advantage (2010). Achor adalah konsultan bisnis dan dosen mata kuliah Happiness di Harvard University, Amerika Serikat. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah terfavorit di Harvard saat ini, mengalahkan mata kuliah Bisnis Internasional yang selama ini selalu menjadi primadona.

(lebih…)

Read Full Post »


Karyawan bekerja paling tidak dilatabelakangi dua hal. Pertama untuk mememnuhi kebutuhan hidupnya terutama kebutuhan fisik seperti makanan, pakaian, dan perumahan. Kedua adalah untuk aktualisasi diri dalam bentuk keinginan untuk meraih kinerja setinggi-tingginya dalam bekerja. Dengan kedua motif tersebut idealnya setiap karyawan akan terbangun motivasinya untuk bekerja sebaik mungkin. Dengan kata lain ada unsur semangat untuk bekerja keras dan cerdas.

(lebih…)

Read Full Post »

Di dalam perusahaan kita mengenal beberapa istilah modal. Ada modal dalam bentuk uang. Ada yang disebut modal manusia dan juga modal teknologi. Kalau di pertanian ada yang disebut modal lahan. Selain jenis modal tersebut ada juga yang disebut dengan modal sosial. Modal seperti ini tidak dijual belikan karena menyangkut nilai-nilai sosial seperti hubungan atau jaringan sosial sesama insan, saling mengerti, kasih sayang, kerjasama, dan saling percaya.

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »