Feeds:
Pos
Komentar

Merencanakan Kehidupan

CArP585UYAAA0w0.jpg large

Saat kita tidak merencanakan kemenangan berarti kita merencanakan kegagalan

Ketika mendekati peringatan tujuh belas agustus di kampung kita sering mendapatkan proposal kegiatan acara yang akan digelar menyambut peringatan hari kemerdekaan. Di sana tercantum tujuan kegiatan, biaya yang diperlukan dan harapan acara tersebut bisa membangkitkan nasionalisme warga kampung.

Bagaimana dengan kehidupan kita ? apakah kita sudah menyiapkan tujuan hidup di dunia ini ? Apakah kita sudah punya rincian kegiatan yang akan kita laksanakan agar harapan-harapan kita bisa tercapai ?

Lanjut Baca »

ratusnack1

Bersyukur hari minggu tanggal 22 maret 2015 saya bisa mengikuti seminar mengenai kewirausahaan yang diselengarakan oleh Universitas Muhamamadiyah Sidoarjo, dengan pembicara Bpk Jamil Azzaini dan Ibu Ida Widiastuti pemilik Merk Dagang Rumah Snack Mekarsari.

Banyak ilmu yang dibagikan oleh Ibu Ida widiastuti yang telah menguasai pasar Snack di dalam dan luar negeri atas kerja kerasnya selama ini dengan omzet 4 truk atau 20 ton sehari.

1. Bebaskan Belenggu diri

Lanjut Baca »

pemimpin

Dulu pernah saya mendengar pidato perpisahan seorang bos kepada para anak buahnya, intinya permohonan maaf apabila ada perbuatanya selama memimpin sengaja atau tidak yang membuat sakit hati. dia mengibaratkan Seperti saat memukul paku di tembok, walaupun saat paku itu dicabut akan ada bekas tembok yang rusak dan cat yang terkelupas. Semua perbuatan pasti akan membekas di hati orang yang kita sakiti. Semua anak buahnya sedih mengenang perpisahan itu, bos tersebut adalah bos yang dirindukan kehadiranya ditenggah-tengah anak buahnya.

Ada cerita yang lain , saat ada bos yang sudah lama menjabat di jabatanya harus mengucapkan perpisahan kepada anak buahnya setalah sekian lama mereka bekerja bersama, tidak ada raut kesedihan diwajah anak-buahnya yang ada malah wajah ceria karena bos nya terkenal pelit dan susah diajak komunikasi. Anak buahnya malah sibuk menyiapkan pesta perpisahan hingga acara makan-makan potong ayam.

Lanjut Baca »

GAGAL

Alhamdulilah setelah sekian lama tidak menulis di blog ini, kali ini saya sempatkan membahas pengalaman pribadi saat bertemu dengan teman lama yang lebih dari 1 tahun tidak pernah berjumpa, tanpa kabar berita.

Teman saya sebut saja si budi dulu adalah seorang pengusaha sukses dimata saya, memiliki banyak anak buah, banyak proyek yang dikerjakan, banyak rumah yang dimiliki, memiliki beberapa mobil. Sering dulu saya ketemu untuk membahas bisnis budi yang terus menanjak dan menurut saya budi mencapai impian semua orang.

Sempat lama tidak terdengar berita, kemaren budi menyapa saya saat berpapasan di Jalan, moment yang membahagiakan🙂 sampai ngobrol ngalor ngidul mengenai aktivitas yang dilakukan saat ini.

Waduh budi sudah sukses nich, lagi repot apa sekarang ? tanya saya memulai percakapan. Sekarang masih tetap menjalankan bisnis penjualan alat elektronik, dan terkadang mengerjakan beberapa proyek dari Kantor lamanya jawabnya lirih.

Lanjut Baca »

Resign atau Remain ?

Poster-Bukik-1

Mungkin kita sebagai Karyawan sering merasakan ingin Keluar/ Resign dari kantor dan mencoba sesuatu hal yang baru misalnya melamar kerja di tempat yang baru atau Resign untuk menjadi Pengusaha. Semuanya perlu pemikiran yang matang dan diperhitungkan. Misalnya, tidak semua orang cocok dengan nasihat “ATM” (Amati, Tiru, Modifikasi) saat berbisnis. Mereka yang bermesin kecerdasan Intuiting akan lebih nyaman dan berkembang dengan ide dan gagasannya sendiri daripada melakukan ATM. Tidak semua orang juga cocok dengan nasihat, “Sudah resign saja kalau mau kaya, lebih baik jadi pengusaha saja.” Ketahuilah, tidak semua orang punya passion dan talenta menjadi pengusaha. Lagi pula, seperti kata mas Sandiaga Uno, “Bekerjalah dulu sebaik-baiknya dengan orang lain sebelum Anda menjadi pengusaha.

Lanjut Baca »

61fxqVfXtkL

9 thing successful people do differently adalah Buku yang diulas dalam Harvard Business Review (http://hbr.org/product/baynote/an/11065-PDF-ENG?referral=00504). Ditulis oleh Heidi Grant Halvorson seorang associate director for the Motivation Science Center at the Columbia University Business School.

Buku ini menjelaskan kenapa kita telah sukses meraih beberapa target yang telah kita tetapkan, tetapi ada juga target yang gagal ? Jika kita kesulitan menjawab hal tersebut , kita tidak sendirian. Orang-orang Cerdas, orang-orang yang perfeksionis juga bingung saat ditanya kenapa mereka berhasil dan kenapa mereke bisa gagal. Jawaban alamiah bahwa kita terlahir dengan kelebihan dan kekurangan hanya menjawab sebagian kecil potongan dari teka-teki. Faktanya dari riset puluhan tahun menemukan kesimpulan bahwa orang-orang yang sukses berhasil mencapai target mereka bukan karena siapa mereka tetapi lebih mengarah kepada apa yang mereka lakukan.

Berikut ini 9 langkah yang dilakukan Orang sukses yang berhasil mencapai Target Mereka :

Lanjut Baca »

Pada kesempatan ini saya ingin menulis mengenai inisiatif kecil yang bertumbuh menjadi hal yang sangat besar.
Setiap dari kita yang sering berkutat dengan bidang administrasi tentu sangat familier dengan alat bernama liquid paper / correction tape. Alat yang berfungsi menghapus kesalahan ketik atau tulisan kita sehingga tampak rapi. Lanjut Baca »